Resume : Lampu Kuning Persiapan Pernikahan

source : pinterest

Lampu kuning sering diidentikkan dengan pemberitahuan untuk berhati-hati. Namun sering juga menjadi hal yang diabaikan. Judul tulisan ini merupakan resume kajian yang saya tonton di youtube. Judulnya juga diambil dari lagu yang hits kala itu Lampu Kuning - Juicy Luicy, salah satu lagu favorit saya pula. Seperti potongan liriknya "Mengapa ku tancap gas dan melaju, padahal lampu kuning telah peringatkanku, bahaya di depanku, hati-hati kecewa kan menunggu, lagu lama yang aku tahu." Selain nadanya yang enak di dengar,  liriknya menurut saya juga related dengan banyak orang serta cukup dalam. Sering kali banyak tanda-tanda atau lampu kuning yang muncul entah dalam pencarian jodoh ataupun lainnya. Hanya saja seringkali kita abai dan tidak aware dengannya. Pembahasan kajian ini menurut saya ilmu mahal yang menjadi bekal penting dalam pencarian jodoh. Pembahasannya juga murni diciptakan pemateri sendiri mengumpulkan data-data klien yang berkonsultasi.

Materi ini dibawakan oleh kang Zein Permana (S3 Psikologi), yang menyampaikan bahwa beliau meresume bahwa ada hal-hal yang perlu diwaspadai dan seringkali disesali oleh pasangan yang konseling, yang diakronimkan menjadi PAKET. Apa aja penjelasannya?

Sebelum itu beliau menyampaikan terlebih dahulu cara untuk menerima PAKET atau menghadapi lampu kuning dengan baik yaitu dengan :
1. Melambat
Melambat bukan menghilang, yaitu mencoba memproses dan menyadari setiap langkah yang diambil dengan tidak terburu-buru.
2. Evaluasi
Dengan bertanya kepada hati nurani. Hati dapat diasah dengan ibadah kita dan koneksi kita kepada sang pencipta. Sehingga setiap keputusan-keputusan yang diambil mendapat bimbingan dariNya.
3. Buat pilihan dengan sadar
Sadar yaitu bersikap rasional serta mempertimbangkan berbagai pihak dan argumen. Dengan bersikap sadar, diharapkan tidak ada penyesalan didepannya serta tidak lagi menjadikan kesulitan sebagai musibah, kegalauan, atau kebingungan akan tetapi keberkahan atas pilihan.

Selanjutnya kita masuk ke PAKET. Apa itu?
P - PRINSIP 
Prinsip mencakup tiga hal yaitu : 
a. Hal-hal yang sifatnya fundamental/pondasi,
b. Hal-hal yang berdampak bagi kita, 
c. Hal-hal yang tidak bisa dikompromikan. Tentunya kita perlu mengenali dahulu apa saja hal-hal yang merupakan prinsip bagi kita.
A - ADAB & AKHLAK YANG MERAGUKAN
Pada bagian ini menyangkut 4 hal yaitu :
a. Tidak jujur dan terbuka, terbuka bukan berarti membeberkan segala informasi diri ke semua orang akan tetapi memberikan akses orang lain untuk mengetahui informasi seputar diri kita atau yang kita alami (tidak menjadi super misterius).
b. Kasar dan tidak sopan
c. Relasi yang tidak baik/bermasalah
d. Berkaitan dengan simpati, empati dan spons emosi (hendaklah berlatih sampai ke tahap empati). Dimana penjelasannya simpati adalah perasaan ikut merasakan yang dialami orang lain, empati adalah perasan merasakan yang dialami orang lain sekaligus tau harus melakukan apa, menyerap emosi yang membuat malah adu nasib dan 2x lebih marah dari yang merasakan.
K - Komunikasi yang buruk
Ciri-cirinya adalah :
a. Terbata-bata dan sulit mengungkapkan pesan. Berlatihlah untuk menyampaikan pesan sesuai dengan konten&konteksnya. Contohnya : saya tidak mau menyetrika (konten). Jangan sampai berhenti disitu tapi berikan konteksnya yaitu saya tidak mau menyetrika karena saya merasa hasil setrikaan saya tidak rapi sehingga saya merasa ini bukan passion saya dan sulit saya lakukan (konten dan konteks).
b. Kasar dan tidak sopan. Kasar mengenalinya dengan bertanya pada diri apakah ada dorongan untuk mengumpat atau menghardik bahkan pada diri sendiri?. Sementara tidak sopan atau tidak beradab adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap apa dan siapa.
c. Sulit fokus ketika mendengarkan, suka memotong pembicaraan dan adu nasib.
E - Ekspektasi
Ekspektasi berbeda dengan harapan. Harapan akan mendorong kita untuk menjadi agen dan membayangkan jalurnya sedangkan ekspektasi kita seakan merasa berhak. Ciri-ciinya adalah :
a. Tidak siap menerima perbedaan
b. Berharap semua akan mudah (menggampangkan)
c. Tidak pernah melibatkan emosi
T - Tekanan dari luar
Yaitu sikap mudah tertekan dan menjadikan beban dari luar diri kita. Jangan mengambil keputusan karena tidak enakan dengan omongan orang lain atau berorientasi pada pengakuan orang lain.

Dari kelima hal tersebut, poin P&K memiliki bobot yang lebih besar. Beliau juga menyinggung tentang learn helplessness yaitu kondisi seseorang ketika tidak berdaya dan tidak memiliki kendali atas apa yang dihadapi yang ditandai dengan ucapan seperti "yaudahlah... dsb". Tentu ketika merasa demikian atau menemukan orang sekitar yang merasa demikian kita dapat menerapkan cara di awal agar dapat menerima paket/ menghadapi lampu kuning dengan baik yaitu dengan melambat, evaluasi dan buat pilihan dengan sadar. Menurut saya ini ilmu mahal yang penting diketahui terutama para jomblowan dan jomblowati yang ingin maksimal berikhtiar untuk menemukan pasangannya. Hal-hal tersebut sekaligus mencadi checklist pribadi diri kita untuk mendeteksi apakah kita masih ada lampu kuningnya atau sudah lampu hijau nih untuk menikah?🤔 oya, aku tetap menyarankan kalian menonton youtubenya untuk pembahasan yang lebih mendetail dan sepertinya dengan mengetik judul kamu bisa menemukan dengan mudah di youtube.

Semoga usaha yang kita lakukan berbuah manis semanis senyumanmu. Asik.
Thank you for reading guys, see you in the next post!

✨️✨️✨️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unexpected! Rasanya setelah 365 hari membuka usaha sendiri😱

Hai! This is me :)

Meromantisasi Bertambahnya Umur