Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

Ada apa dengan Palestina? muslim wajib tau.

Gambar
sumber : pinterest.com Palestina sudah menjadi pembicaraan yang umum saat ini, sosial media menjadi salah satu sumber informasi yang aktual dan mudah didapat oleh semua kalangan. Padahal penyerangan terhadap Palestina sudah terjadi sejak 1967. Berbagai ulama, ahli ilmu, ahli sejarah, serta influencer turut serta mengedukasi, hal ini yang akhirnya membuka mata dunia terutama umat islam tentang hal-hal istimewa dibalik Palestina. Apa saja keistimewaannya, berikut diantaranya : 1. Allah swt memberkahi sekitar Masjidil Aqsha Pernyataan ini bukanlah suatu argumentasi manusia semata, Allah swt mengabadikan dalam surah Al-Isra' : 1 "Mahasuci Allah swt yang telah memperjalankan hambaNya (Nabi Muhammad SAW), pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat" 2. Masjidil Aqsha  tempat Rosulullah SAW melakukan Isra' M...

Perpisahan

Aku bersandar diantara pohon rindang, Memandangi alam pada danau yang terbentang, Seketika wajah hangatmu terngiang, Lantas kuteringat telah 21 tahun kau berpulang. Tubuh kecilku yang tak mengerti setiap kejadian, Beranjak dewasa akhirnya kumengerti dan faham, Kini ku tak lagi punya sandaran kuat untuk pulang, Di saat yang lain membanggakan ku hanya terdiam. Tak puas hanya 4 tahun ku disayang, Sedang lainnya hidupku adalah berjuang, Sering kumenghindar agar tak terus diingatkan, Namun kau adalah cerita yang akan selalu terkenang. Merindukanmu adalah bagian yang paling menyebalkan, Menangisi masa lalu adalah hal bodoh yang coba kubuang, Ada luka yang tergoreskan, Namun kisah baikmu menjadikanku kuat dan ingin membanggakan. Perpisahan adalah hal yang paling menyedihkan, Selalu kucari makna dibalik sebuah perpisahan, Katanya perpisahan adalah sebuah keniscayaan, Kuyakin Tuhan punya banyak tangan, Tuk mewakili kehadiranmu yang tak lepas memandang. Semoga akhirnya adalah sebuah kebahagiaan....

Aku manusia, aku membela Palestina

Gambar
  source : pixabay.com Penjajahan Israel terhadap palestina telah dilakukan sejak tahun 1967 hingga saat ini. Demonstrasi dilakukan diberbagai negara sebagai bentuk dukungan untuk Palestina. Namun hingga saat ini kasus ini belum berakhir. Penyerangan terhadap rakyat sipil sudah merajalela, sudah mencapai 40.000an korban tewas sejak Oktober 2023, bahkan mayoritas korban adalah perempuan dan anak. Tak hanya itu, para jurnalis serta bangunan seperti rumah sakit dan sekolahpun turut hancur oleh serangan Israel. Sebagai manusia, inilah alasan mengapa kamu harus peduli terhadap Palestina : 1. Tidak sesuai dengan UUD 1945   Tidak sesuai dengan UUD 1945 yang berbunyi "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan". Sebagaimana Palestina merupakan salah satu negara awal yang mengakui kemerdekaan Indonesia, maka sesuai dengan UUD 1945 Indonesia men...

Lirik Lagu - Sal Priadi - Gala Bunga Matahari

Lagu "Gala Bunga Matahari" kini tengah viral karena dinilai puitis dan memiliki makna yang mendalam. Lagu ini dinyanyikan oleh Sal Priadi yang juga sempat viral karena lagu uniknya "Dari Planet yang Lain". Gala Bunga Matahari menceritakan seseorang yang rindu dengan seseorang yang telah wafat dan mengharapkannya hadir walau dalam wujud bunga matahari. Selain unik, lagu ini dinilai menyiratkan makna dalam Al-Qur'an pada lirik "Adakah sungai-sungai itu dilintasi dengan air susu?" yang merujuk pada surah Muhammad : 15 dan "Juga badanmu tak sakit-sakit lagi? kau dan orang-orang di sana muda lagi" merujuk pada surah Al-Waqi'ah 35-38. Dan inilah lirik lagunya yang puitis dan mendalam. [Chorus] Mungkinkah? Mungkinkah? Mungkinkah? Kau mampir hari ini? Bila tidak mirip kau, jadilah bunga matahari Yang tiba-tiba mekar di taman Meski bicara dengan bahasa tumbuhan Ceritaka padaku Bagaimana tempat tinggalmu yang baru? [Verse] Adakah sungai-sungai itu ...

Indonesia sedang Marah

Hari ini indonesia penuh api. Akibat manusianya sendiri. Kemarahan dimana-mana. Sedih, kecewa, patah tak terkira. Ribuan orang turun ke jalan. Tampilan sosmed kedaruratan bersautan. Ya, indonesia sedang marah. Ulah manusia rakus yang urat malu telah putus. Orang yang katanya pintar, malah membodohi. Orang yang katanya peduli, malah mengkhianati. Orang yang katanya NKRI harga mati, malah merusak semaunya sendiri. Kini hanya kepada Tuhan kami berserah. Tolong selamatkan dan jaga Indonesia dari para bedebah.

Ke puskesmas

Gambar
Hari ini aku mengunjungi puskesmas yang sedang dipindahkan ke bekas ruko karena pengerjaan renovasi bangunan. Ini kali pertama aku ke puskesmas ditempat yang baru, sebelumnya aku lumayan sering bolak-balik untuk pengobatan gigi, sehingga hampir setiap sudut sudah kukenali termasuk jam orang-orang mengambil antrean terutama poli gigi yang memiliki kuota terbatas.  Aku memasuki lahan parkir dengan melirik kesana-kemari seraya mengamati ruangan-ruangan. Kucari sebuah kotak mesin pengambil antrean yang telah kuhafal bagiannya.  Aku memasukinya, ruangan dan bilik bangunan khas ruko disulap menjadi poli-poli dalam bentuk kluster. Tebakanku benar, aku diurutan yang lumayan panjang meskipun datang jam 8 sesuai jam buka. Ternyata sama saja, sebelum jam 8 orang berbodong mengambil antrean kemudian pulang, bahkan dahulu aku permah datang jam 6 agar mendapat kuota poli gigi. Hampir 2 jam aku menunggu akhirnya sampailah giliranku, proses yang sama seperti biasa. Kedatanganku kali ini bena...

Luka

Aku mencintai setiap perjalanan, Aku mencintai setiap petualangan, Aku mencintai setiap proses untuk bertahan, Tapi aku mengabaikan hati dan badan. Rupanya hadir luka-luka kecil disana, Hingga bagian parah adanya, Semakin menganga,  Tapi tak nampak dimata, Perih dan panas dirasa, Kubiarkan hari demi hari, Berharap sembuh sendiri, Lelah kumerintih sedang tak ada yg mempercayai, Adakah obat bius yang kekal katanya?

Meromantisasi Seperempat Abad

     Jika ada satu kesempatan untuk merayakan hari kelahiran, mungkin bagiku bukan usia 17 tahun, meskipun itu sungguh sangat berkesan. Mungkin usia ke 25 tahun. Usia dengan banyak standardisasi pencapaian, usia dengan banyak tuntutan, usia dengan banyak perubahan peran. Seperempat abad yang cukup dikatakan matang, tapi aku justru banyak melihat hal-hal yang selama ini tidak disadari. Tentang mengenali diri sendiri, tentang mencintai diri sendiri, tentang menghargai diri sendiri, dan tentang menyembuhkan diri sendiri.     Usia 25 mengajarkan, bahwa untuk memberi manfaat dimulai dengan memberi manfaat bagi diri, untuk disayang dan dihargai orang lain dimulai dengan menyayangi dan menghargai diri sendiri. Selama ini aku berfikir definisi perempuan kuat adalah yang cocok denganku, tapi ternyata aku salah. Tiada manusia yang benar-benar kuat, melainkan ia hanya berusaha untuk kuat. Maka wajar untuk capek, untuk istirahat, untuk menangis, untuk meminta bantuan, ...