Meromantisasi Seperempat Abad

    Jika ada satu kesempatan untuk merayakan hari kelahiran, mungkin bagiku bukan usia 17 tahun, meskipun itu sungguh sangat berkesan. Mungkin usia ke 25 tahun. Usia dengan banyak standardisasi pencapaian, usia dengan banyak tuntutan, usia dengan banyak perubahan peran. Seperempat abad yang cukup dikatakan matang, tapi aku justru banyak melihat hal-hal yang selama ini tidak disadari. Tentang mengenali diri sendiri, tentang mencintai diri sendiri, tentang menghargai diri sendiri, dan tentang menyembuhkan diri sendiri.
    Usia 25 mengajarkan, bahwa untuk memberi manfaat dimulai dengan memberi manfaat bagi diri, untuk disayang dan dihargai orang lain dimulai dengan menyayangi dan menghargai diri sendiri. Selama ini aku berfikir definisi perempuan kuat adalah yang cocok denganku, tapi ternyata aku salah. Tiada manusia yang benar-benar kuat, melainkan ia hanya berusaha untuk kuat. Maka wajar untuk capek, untuk istirahat, untuk menangis, untuk meminta bantuan, dan untuk mengekspresikan perasaan.
    Di usia ini seringkali aku menangis, mengapa baru tau sekarang ? mengapa justru terbuka semuanya sekarang? setelah aku pikir, justru aku bersyukur. Bukankan banyak orang yang mengenali dirinya justru di usia setengah abad, bahkan lebih. Hingga akhirnya hanya dipenuhi dengan banyak penyesalan.

Untuk yang sedang memperjuangkan apapun, jangan lupa untuk memeluk diri sendiri <3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unexpected! Rasanya setelah 365 hari membuka usaha sendiri😱

Hai! This is me :)

Meromantisasi Bertambahnya Umur