Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Jodoh di jalur pertumbuhan part 2

Gambar
Pernikahan adalah proses yang sakral juga disebut sebagai ibadah yang panjang, separuh agama, dan perjanjian yang kuat, serius dan bukan main-main (mitsaqan ghalidza). Sementara itu jodoh adalah perkara yang misterius, tapi bisa diikhtiarkan. Menurut Kang Zein Permana (S3 Psikologi UGM), jodoh itu idealnya bertemu dijalur petumbuhan bukan pencarian. Karena dengan fokus bertumbuh maka akan bertemu dengan jodoh yang membantu pertumbuhan, sementara jika fokus mencari akan ada kecenderungan untuk berusaha mencocok-cocokkan. Melihat pula dari data bahwa kasus perceraian nasional adalah 1: 7, dimana setiap 7 penikahan ada 1 perceraian, sangat miris sekali. Lalu bagaimana cara menemukan jodoh dijalur pertumbuhan? 1. Pertama harus memiliki misi pribadi (elevator pitch) dengan format : "Saya adalah seseorang yang bantu ................., untuk mendapatkan ................, dengan cara ................ " Dengan memiliki misi pribadi kita akan merasakan kebutuhan untuk mengenali jodoh s...

Dilema perihal jodoh bagi anak 90an part 1

Sebagai salah satu anak 90an yang belum menikah dan sudah dibalap anak 2000an๐Ÿ˜, mungkin beberapa alasan ini menjadi sebab munculnya banyak sekali pertimbangan untuk menikah seperti ingin membangun karir, sandwich generation, belum selesai dengan diri sendiri, sampai muncul istilah "Marriage is Scary" yang memberikan sudut pandang bahwa menikah tidak seindah yang dibayangkan justru menakutkan. Lagi-lagi ketakutan-ketakutan ini bukanlah sebuah ilusi saja, namun hendaknya tidak berlebihan menyikapinya. Ketakutan-ketakukan tersebut juga menghantui saya, sampai pada kesimpulan bahwa selain takdir ada hal yang terlewat yaitu ilmu tentang pernikahan itu sendiri. Setidaknya ini bagian dari berikhtiar untuk memberikan proses sebaik mungkin dalam menjalani setiap langkah kehidupan. Ilmu Pranikah saat ini tengah diminati sejalan dengan kesadaran bahwa semua butuh persiapan. Diantara pembahasan ilmu pranikah yang menurut saya bagus sekali adalah pembahasan dari Kang Zein Permana (S3 Psi...