Dilema perihal jodoh bagi anak 90an part 1
Sebagai salah satu anak 90an yang belum menikah dan sudah dibalap anak 2000an😁, mungkin beberapa alasan ini menjadi sebab munculnya banyak sekali pertimbangan untuk menikah seperti ingin membangun karir, sandwich generation, belum selesai dengan diri sendiri, sampai muncul istilah "Marriage is Scary" yang memberikan sudut pandang bahwa menikah tidak seindah yang dibayangkan justru menakutkan. Lagi-lagi ketakutan-ketakutan ini bukanlah sebuah ilusi saja, namun hendaknya tidak berlebihan menyikapinya. Ketakutan-ketakukan tersebut juga menghantui saya, sampai pada kesimpulan bahwa selain takdir ada hal yang terlewat yaitu ilmu tentang pernikahan itu sendiri. Setidaknya ini bagian dari berikhtiar untuk memberikan proses sebaik mungkin dalam menjalani setiap langkah kehidupan.
Ilmu Pranikah saat ini tengah diminati sejalan dengan kesadaran bahwa semua butuh persiapan. Diantara pembahasan ilmu pranikah yang menurut saya bagus sekali adalah pembahasan dari Kang Zein Permana (S3 Psikologi UGM) yang dapat disimak berbagai macam kontennya di akun youtube Zein Permana. Pembahasan yang mengikuti permasalahan zaman yang kemudian dibahasa dari 2 aspek penting yaitu agama dan ilmiah ibarat obat penenang akal dan hati sekaligus.
Salah satu kalimat yang menarik dan akhirnya saya rangkum (sebagai kebutuhan saya juga untuk reminder) adalah bahwa "Jodoh bertemu di jalur pertumbuhan bukan pencarian". Kalimat ini sempat terngiang beberapa kali dipikiran saya, seringnya kita beranggapan bahwa jodoh itu dicari, lalu kenapa saat dijalur pertumbuhan? Bagaimana caranya? Bagaimana jika sebaliknya, apakah ada hal buruk yang akan terjadi?. Berbagai pertanyaan itu akhirnya terjawab dengan menyimak beberapa kali video beliau dan insyaaAllah akan saya rangkum di beberapa judul tulisan saya selanjutnya..
Thank you for reading!
Komentar
Posting Komentar