Meromantisasi Bertambahnya Umur


Melewati usia 25 rasanya seperti masuk ke dunia berbeda. Seperti perhitungan matematika, bilangan yang lebih dari 5 biasanya dibulatkan menjadi bilangan yang lebih besar. Dari merasa "ah masih 23, 24 santai dulu bisa kali.." eh pas melewati 25 langsung berubah "wah udah mau 30 aja nihh gue".
Makin apa? Tentunya makin pasrah sama jalan hidup. Mungkin menjadi lebih bijak dalam menjalani hidup dan mensyukurinya. Termasuk memaknai setiap pertambahan umur dengan berusaha memberikan yang terbaik untuk diri sendiri. Tahun ini aku menginjakkan umur 26 juga. Hal random yang terlintas ketika mendekati hari H adalah, kebaikan apa ya yang mau aku kasih sama diriku? bukan lagi tentang kue atau ucapan instastory, entah kenapa begini.
Di bulan mei aku lumayan sering olahraga dan nyaman dengannya, akhirnya kepikiranlah untuk challenge sepedaan 26 km, karena kalau jalan atau lari aduhhhh saya sudah tau itu sangat berat😭. Tapi sepertinya sepedaan bisa membuat lebih ringan, walaupun sudah lama juga tidak sepedaan.
Keinginan itu muncul sendiri seperti pohon berakar tunggang yang tumbuh, bener-bener berapi-api dan berani. Heran juga. Sendirian awalnya, tapi benar-bener dalam perjalanannya serasa dibantu oleh Allah swt. Tiba-tiba jadi ada partner buat menjalankan misi ini karena qodarullah banget kita cuman beda 3 hari miladnya dan sama-sama berusia 26 tahun. Tiba-tiba dimudahkan untuk meminjam semua perlengkapan dari sepeda lipat, tas, helm, dll. Kenapa sepeda lipat? Tentunya kalau kita ga sanggup bisa pesan maxim untuk pulang🤣.


Dan sampai sekarang masih tidak menyangka ternyata bisa. Padahal jarang olahraga dan sempet muntah waktu pertama kali nyoba dan membuat trauma. Tapi akhirnya berani melawan dan menyelesaikan tanpa kesulitan yang berarti.
Terimakasih salma, partner sepedaanku dalam menyelesaikan proyek kita challenge bersepeda 26 km menuju 26 tahun. Benar-benar pas H-1 minggu jarak antara pelaksanaan dan ajakan aku ke dia dan langsung disambut baik. Sejak saat itu kita manfaatkan waktu untuk prepare dengan serius. Aku yakin ini jadi pengalaman yang tidak terlupakan sampai kita besar nanti.
Proyek random ini mengajarkanku banyak hal tentunya tentang persiapan. Meskipun random, ternyata tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa hal yang aku notice dan semoga bermanfaat bagi orang-orang terutama perempuan atau muslimah yang mau sepedaan jarak jauh setelah sekian lama tidak bersepeda :

1. Kurang nyaman memakai rok celana karena nyangkut sehingga dapat berbahaya, prefer model baju panjang dan pake celana (untuk muslimah).
2. Persiapan perlengkapan
-cek dan paham sepedanya
-helm wajib (meskipun aneh awalnya😅)
-makanan dan minuman yang dibutuhkan seperlunya
-sunscreen
-obat-obatan seperlunya
-uang, hp dengan kuota
-dll (sesuai kebutuhan)
3. Persiapan fisik itu wajib
-Latihan sebelumnya secara bertahap atau sering-sering olahraga fisik
-Jangan langsung gaspol apalagi kondisi fisik sedang tidak fit. Pengalaman muntah itu jadi pelajaran banget. Pelajarannya adalah harus lebih slow dan mengukur diri sendiri, sebelumnya sarapan ringan dan minum, sepanjang perjalanan minum setiap 15-20 menit (baik haus atau tidak haus) untuk menghindari dehidrasi.
3. Persiapan mental
4. Ambil rute yang relatif aman (dalam gang)
5. Minta restu orang tua/ pasangan
6. Niatin ibadah, siapa tau rajin olahraga bisa bikin mudah umroh dan haji😂 aamiin
7. Setelah selesai langsung streching dan recovery (tidur cukup, makan karbohidrat, protein, air tercukupi)

Itu dia pengalamanku menjalani proyek roro jonggrang yang sangat memuaskan ini. Sebenarnya niatnya juga ingin menantang diri sendiri untuk break the limit, eh ternyata beneran bisa. Tentu dengan persiapan dan latihan-latihan sebelumnya. Terimakasih untuk kado terindahnya diriku! Next 27 ngapain ya?😂 anyway, semoga Allah swt berikan umur yang berkah dan bermanfaat aamiin yaa robbal 'aalamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unexpected! Rasanya setelah 365 hari membuka usaha sendiri😱

Hai! This is me :)