Jodoh di jalur pertumbuhan part 2

Pernikahan adalah proses yang sakral juga disebut sebagai ibadah yang panjang, separuh agama, dan perjanjian yang kuat, serius dan bukan main-main (mitsaqan ghalidza).
Sementara itu jodoh adalah perkara yang misterius, tapi bisa diikhtiarkan. Menurut Kang Zein Permana (S3 Psikologi UGM), jodoh itu idealnya bertemu dijalur petumbuhan bukan pencarian. Karena dengan fokus bertumbuh maka akan bertemu dengan jodoh yang membantu pertumbuhan, sementara jika fokus mencari akan ada kecenderungan untuk berusaha mencocok-cocokkan. Melihat pula dari data bahwa kasus perceraian nasional adalah 1: 7, dimana setiap 7 penikahan ada 1 perceraian, sangat miris sekali.

Lalu bagaimana cara menemukan jodoh dijalur pertumbuhan?

1. Pertama harus memiliki misi pribadi (elevator pitch) dengan format :
"Saya adalah seseorang yang bantu ................., untuk mendapatkan ................, dengan cara ................ "

Dengan memiliki misi pribadi kita akan merasakan kebutuhan untuk mengenali jodoh seperti apa yang kita butuhkan, akan memiliki kesadaran siapa diri kita, dan akan menambah kapasitas diri kita baik intelektual, emosional, motivasional maupun physical. Misi pribadi membuat kita lebih aware terhadap diri dan relasi sehingga saat dititipi jodoh kita lebih siap dalam pernikahan. Misi pribadi juga perlu di breakdown menjadi aktivitas-aktivitas yang telah dibahas di buku beliau berjudul "Saatnya curhat dan mengungkap diri". Lalu kenapa misi pribadi tentang membantu orang lain? Agar kita punya output dari diri kita yang berdampak. Menurut saya, tahu kontribusi apa yang dapat kita beri untuk kebermanfaatan orang lain dapat meningkatkan tingkat keberhargaan diri dan tujuan hidup.

2. Kedua dengan membangun peta relasi (ring 1, 2, 3, dst).
Yang menjadi catatan, memetakan relasi bukan untuk mencari jodoh tapi untuk memetakan cara bertumbuh. Sehingga kita tidak perlu khawatir jika selama ini temannya kebanyakan sesama jenis.
Kemudian, secara bertahap dimulai dari ring 1 tanyakan bagaimana relasiku dengan mereka saat ini? Bisakah orang-orang di ring 1 ini jadi perluasan dan support system diri aku akan elevator pitchku?. Dari situ tugas kita adalah membangun relasi dengan mereka dan menjadikan mereka support system akan elevator pitch kita. Kita juga belajar untuk mengkomunikasikan elevator pitch kita sehingga menjadi branding diri kita lalu membuat mereka mengeksplor relasi mereka juga. Barangkali disitulah kita akan menemukan jodoh yang ideal untuk kita sesuai branding (elevator pitch) kita.

Beliau menggambarkan bahwa :
Jika kita adah A yang mempunyai teman B. Lalu B memiliki teman C. Apakah bisa kita berjodoh dengan C? Jawabannya bisa. Garis merah disebut strong ties dan garis biru disebut weak ties. Fokus kita adalah membangun relasi dengan strong ties, dan biarkan mereka mengeksplor relasi mereka juga.

Sesuatu yang berdaging bukann😭 maasyaaAllah sekali sangat masuk di logika dan hati. Semangat bertumbuh untuk kita semua!

Thank you for reading, dan tunggu rangkuman berikutnya yang ilmunya ga kalah penting!

Semoga bermanfaat~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unexpected! Rasanya setelah 365 hari membuka usaha sendiri😱

Hai! This is me :)

Meromantisasi Bertambahnya Umur