Ke puskesmas


Hari ini aku mengunjungi puskesmas yang sedang dipindahkan ke bekas ruko karena pengerjaan renovasi bangunan. Ini kali pertama aku ke puskesmas ditempat yang baru, sebelumnya aku lumayan sering bolak-balik untuk pengobatan gigi, sehingga hampir setiap sudut sudah kukenali termasuk jam orang-orang mengambil antrean terutama poli gigi yang memiliki kuota terbatas. 
Aku memasuki lahan parkir dengan melirik kesana-kemari seraya mengamati ruangan-ruangan. Kucari sebuah kotak mesin pengambil antrean yang telah kuhafal bagiannya. 
Aku memasukinya, ruangan dan bilik bangunan khas ruko disulap menjadi poli-poli dalam bentuk kluster. Tebakanku benar, aku diurutan yang lumayan panjang meskipun datang jam 8 sesuai jam buka. Ternyata sama saja, sebelum jam 8 orang berbodong mengambil antrean kemudian pulang, bahkan dahulu aku permah datang jam 6 agar mendapat kuota poli gigi.
Hampir 2 jam aku menunggu akhirnya sampailah giliranku, proses yang sama seperti biasa.
Kedatanganku kali ini benar-benar kubuat santai dan kunikmati setiap prosesnya, biasanya aku selalu menyusun cara agar bisa mendapat nomer awal. Dan benar, lama sekali aku menunggu karena pasien juga sangat banyak.
Selama menunggu, aku banyak mengamati berbagai hal disekitarku, kisah pertama tentang sekumpulan anak-anak kecil yang tidak sengaja bertemu dan berkumpul. Bermain sangat seru sekali, ibu mereka yang terkadang kelimpungan harus mengawasi gerak-gerik yang cepat sekali menghilang. Hingga akhirnya ada yang pulang dan terjadilah perpisahan yang menyedihkan. Lalu diganti anak-anak lain yang baru datang, kemudian ada yang pulang begitu seterusnya. Betapa pertemuan singkat yang bermakna, apalah mereka mengingatnya? Entahlah.
Kisah kedua tentang keriwehan para petugas dan perawat, hal lucu kutemui. Seorang bapak bapak dipanggil kemudian diminta untuk menimbang badan. Ia lepaskan sepatu boat kerjanya dan menaiki timbangan. Petugas yang memintanya malah tiba-tiba pergi mengerjakan yang lain. Bapak-bapak itupun bingung karena ia sudah lama berdiri diatas timbangan. Terlihat ragu hendak turun atau tetap diatas timbangan. Akhirnya bapak itu memilih turun lantaran petugas yang tak kunjung kembali. Setelah beberapa saat petugas kembali dan memintanya lagi menaiki timbangan. Sungguh lucu saat mengamati😄.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unexpected! Rasanya setelah 365 hari membuka usaha sendiri😱

Hai! This is me :)

Meromantisasi Bertambahnya Umur