Join aktivitas anak 20an (Ikut Tes BUMN)

Source : pinterest

"Sekarang kerjanya apa?"
Hmm.. sepertinya kalimat di atas adalah hal yang sangat sering ditemui anak usia 20an. Selesai dengan pendidikannya baik SMA maupun kuliah, akhirnya tiba di masa bekerja. Status pelajar atau mahasiswa rupanya tak lagi mampu menjadi alasan untuk berlindung dari pertanyaan serupa. Kan sudah selesai masa studi, ya selanjutnya kerja dong. Begitulah fase yang lumrah dilalui masyarakat kita, kalau perempuan pilihan lain adalah menikah. Atau nampaknya melanjutkan studi S2 bisa menjadi salah satu upaya untuk menjawab pertanyaan tersebut agar mendapat pemakluman.
Rupanya di tahun-tahun ini Indonesia tengah memasuki bonus demografi dengan perkiraan puncaknya pada tahun 2020-2030. Mencari kerja sepertinya sudah tidak semudah dulu, pun halnya pekerjaan yang tersedia juga sudah lebih bervariasi tentunya dengan kemajuan teknologi saat ini. Sebagai anak yang termasuk di dalamnya (usia produktif dan fresh graduate), sayapun mengamati bahwa teman-teman dan anak di lingkungan saya yang memiliki pekerjaan tetap juga tidak banyak (termasuk saya hehe). Beberapa kali tayangan berita juga menayangkan kegiatan job fair yang ramai di datangi dengan jumlah pelamar yang sangat jauh perbandingannya dengan lowongan yang di buka. Di sisi lain, saya juga membaca bahwa bagi recruiter, tidak mudah pula menemukan SDM yang sesuai dengan kriteria. Entahlah, gap ini hadir dari faktor apa saja, yang jelas saya sendiri yang melewati fase ini sempat merasa khawatir akan masa depan.
Mencari dan mendaftar pekerjaan rupanya menjadi kegiatan yang lazim dilakukan anak-anak usia ini. Sayapun turut serta, walaupun saya merasa posisi saya sekarang adalah pilihan hidup yang saya ambil saat ini. Artinya ada waktu saya memutuskan untuk tidak mencari kerja dan lebih memilih bekerja part time dan memulai mencoba usaha. Tentu hal itu tidak bisa dilakukan oleh semua orang atas kondisinya. 
Kegiatan mendaftar kerja pertama yang saya ikuti adalah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang meliputi beberapa perusahaan milik negara yang cukup bergengsi. Pelaksanaannya disebut RBB BUMN (Rekrutmen Bersama BUMN) yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN bekerja sama dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) yang mulai diselenggarakan sekitar bulan Maret sampai Juli. Saya telah mengikuti sebanyak 2x pada tahun 2024 dan 2025 dan semuanya tidak lolos😁. Berikut alur tes RBB :
1. Pendaftatan dan pemeriksaan data
2. Tes tahap 1 (meliputi tes kemampuan dasar/TKD, AKHLAK, dan wawasan kebangsaan)
3. Tes tahap 2 (Tes bahasa inggris dan learning agility)
4. Tes Kemampuan Bidang/TKB oleh Perusahaan BUMN (psikotes/wawancara/focus group discussion/MCU tergatung masing-masing perusahaan)

Pada tahun 2024, saya hanya sampai tes tahap 2 yang kemudian gagal karena nilai tes bahasa inggris di bawah passing grade, lalu di tahun 2025 ada sedikit yang berubah. Saya merasa lowongan yang tersedia tidak sebanyak sebelumnya, selain itu juga ditekankan tiap posisi maksimal 1:1000 wow! Sebenarnya dari awal saya sudah pesimis, merebutkan satu kursi diantara 1000 orang sepertinya mustahil bagi saya dengan persiapan yang tidak terlalu matang. Namun rasa penasaran yang lebih mendorong kala itu, akhirnya tetap mencoba. Pada tes tahun 2025, sistem gugurnya lebih jelas dan transparan. Kalau tahun 2024 kita hanya tahu passing grade lalu begitu saja terpilih apakah lolos atau tidak. Sehingga saat tes 2 menuju tes 3 banyak yang kecewa karena mereka yang nilainya diatas passing grade tapi tidak bisa lanjut tes 3 tanpa ada klarifikasi/ alasan logis yang diberikan (saat itu saya bergabung dengan grup sehingga mendapatkan update dari peserta lainnya). Pada tahun 2025 penentuan peserta yang lanjut tahap berikutnya juga berdasarkan peringkat. Dari 1000 peserta yang mengukuti tes 1 (untuk 1 orang yang dicari), hanya diambil 200 nilai teratas yang tentunya diatas passing grade. Lalu dari 200 nilai tertinggi yang mengikuti tes tahap 2, hanya diambil 10 orang dengan nilai tertinggi untuk lanjut tes tahap 3. Kita juga akan diberikan urutan peringkat dan nilainya.
Begitulah gambaran pelaksanaan tes RBB yang jarak antar tes sekitat 1 bulan. Meskipun tidak lolos, tapi senang karena jadi punya pengalaman dan cerita yang bisa dibagikan. Sepertinya rasa penasaran mengikuti RBB sudah cukup, eits enaknya gimana nih udahan atau gas lagi RBB 2026? 😅

Apapun, semangat bagi para pencari kerja dan yang sedang bekerja. Semoga banyak kebaikan yang didapat lewat pekerjaan muliamu!

Thank you for reading, guys!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unexpected! Rasanya setelah 365 hari membuka usaha sendiri😱

Hai! This is me :)

Meromantisasi Bertambahnya Umur