Membuat Sempol Kesukaan Sejuta Umat

Siapa manusia yang tidak suka makan sempol, emangnya ada?😆

Untuk menunjang kemampuan memasak saya yang hampir nihil, nampaknya sempol dapat menjadi alternatif percobaan yang simpel dan minim risiko gagal. Yap, makanan kesukaan sejuta umat dengan berbagai rentang usia ini terbuat dari olahan daging yang bercampur tepung, dan dilengkapi dengan cocolan sausnya.
Menurut wikipedia, sempol atau sempolan adalah makanan yang berasal dari salah satu desa yang bernama Desa Sempol di Malang. Wah benar-benar made in Indonesia!. Sempol juga digambarkan sebagai jenis gorengan berbahan dasar tepung tapioka yang dibentuk lonjong dan ditusuk dengan lidi. Kemudian dinikmati dengan saus kacang atau saus merah.
Hal yang pertama kali dilakukan adalah membuat adonan sempol. Saya pergi ke pasar tepatnya tempat penggilingan daging. Campuran daging ayam, tepung tapioka, tepung terigu, garam dan penyedap, telur kita campur dan giling menjadi sebuah adonan. Tentu saja saya tidak sendiri, tapi dibantu ibu tetangga yang pintar memasak. Beliau niatnya mengajarkan saya membuat sempol, siapa tau bisa diproduksi dan dipasarkan. Setelah adonan siap, saatnya membuatnya seperti dalam tusukan lidi. Setahu saya ada berbagai cara dan dapat berbeda-beda. Adonan dibentuk dalam tusukan dan langsung dimasukkan ke dalam air yg sudah dipanaskan sebelumnya. Tunggu hingga matang dan mengapung, lalu diangkat dan tiriskan.


(Adonan dicetak memanjang di talenan dengan plastik segitiga atau piping bag. Lalu di taruh lidi dan dimasukkan ke rebusan dengan cara didorong menggunakan spatula)

Langkah selanjutnya adalah membuat sambal kacang atau sambal merah. Saya membuat sambal kacang dengan bahan kacang tanah, cabe rawit, cabe keriting, bawang putih dan merah, gula merah dan garam. Bawang, cabai dan kacang digoreng dahulu lalu diblender dengan tambahan air sesuai kekentalan yang diinginkan. Setelah itu masak dan bumbui sesuai selera.
Jika ingin dinikmati, sempol yang sudah direbus kita balur dengan celupan telur yang telah dikocok lalu goreng di api yang telah panas. Setelah matang nikmati dengan saus kacangnya atau saus merah.

(Taraaaaa :) menggoda bukannn)

Menurutku letak enaknya salah satunya di perbandingan antara daging dan tepung. Semakin sedikit perbandingannya tentu semakin enak dan terasa dagingnya. Yang aku buat perbandingannya 1:1 jadi sudah jelas jangan ditanya rasanya🫠

Siap dinikmati apalagi di musim hujan seperti saat ini pasti lebih nikmat. Mending dijual ga nih😂? Atau kalian juga berminat mencoba dirumah untuk cemilan sendiri atau ide jualan? Let's try!

Jujur sambil nulis sambil ngiler :))))))))) oke segitu dulu, thank you for reading!





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unexpected! Rasanya setelah 365 hari membuka usaha sendiri😱

Hai! This is me :)

Meromantisasi Bertambahnya Umur