Apa itu zero waste ?

Sumber : Petikine.com

    Zaman sekarang, kita sering mendengar istilah zero waste terutama pada hal yang berkaitan dengan lingkungan. Kira-kira apa sebenarnya yang dimaksud dengan zero waste?. Zero waste merupakan sebuah konsep yang hadir sebagai upaya untuk mengurangi produk sekali pakai. Terlebih zaman sekarang manusia menginginkan sesuatu yang serba instan, menyebabkan produk sekali pakai seperti plastik kian digemari. Contohnya ketika berbelanja online maka akan didapatkan banyak produk sekali pakai dari bubble wrap, isolasi, serta plastik pembungkus yang berlapis-lapis. Begitu pula ketika memesan makanan online mulai dari plastik pembungkus yang berlapis, sedotan plastik, alat makan pastik, bumbu sachet, dan gelas plastik yang masih dibungkus lagi dengan kantong plastik.   

    Konsep zero waste bukan berarti nol sampah atau tidak menghasilkan sampah sama sekali. Karena pada akhirnya setiap manusia menghasilkan sampah, upaya ini hadir sebagai usaha untuk meminimalisir sampah yang dihasilkan. Faktanya membuang sampah pada tempatnya bukanlah sebuah solusi karena ujungnya akan sama-sama berakhir di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) lalu tercampur dan menggunung.

    Dalam buku “Menuju Rumah Minim Sampah” karya DK Wardhani menjelaskan bahwa konsep zero waste terdapat istilah 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan (Menolak, Mengurangi, Menggunakan kembali, Mendaur Ulang, Membusukkan). Maka zero waste tidak hanya terfokus pada recycle atau mendaur ulang.

1.   Dimulai dari pintu depan yaitu refuse atau menolak masuknya produk sekali pakai dengan cara menyaring dan menguranginya. Seperti membawa kantong tas, tempat makan, atau botol tumbler ketika hendak berbelanja.

2.  Reduce atau mengurangi seperti mencegah makanan bersisa dan mengisi ulang perlengkapan harian sehingga tidak menambah masuknya sampah atau barang sekali pakai kerumah.

3.     Reuse atau menggunakan kembali dapat diistilahkan juga dengan replace (mengganti) fungsi suatu barang ke fungsi yang lain seperti botol/baskom bekas dapat dijadikan pot bunga dan repair (mengganti) barang yang masih bisa diperbaiki sehingga tidak perlu membeli yang baru seperti jam rusak yang masih bisa diperbaiki.

4.    Recycle atau mendaur ulang yaitu memanfaatkan barang yang sudah tidak bermanfaat menjadi bernilai manfaat. Seperti daur ulang plastik menjadi kerajinan tangan.

5.  Rot atau pembusukan dilakukan pada sampah organik. Mengejutkannya mayoritas sampah rumah tangga adalah sampah organik maka mengolah sampah organik menjadi kompos adalah suatu kegiatan yang sangat berdampak untuk mengurangi sampah yang dihasilkan dari rumah. Apabila sampah organik telah bercampur seperti di TPA (tempat pemrosesan akhir) maka sulit untuk mengolahnya.

     Itulah 5R yang merupakan konsep dari zero waste, dapat secara bertahap kita lakukan mulai dari rumah kita sendiri. Menurut DK Wardhani, urutan prioritas yang perlu dipelajari secara bertahap oleh rumah tangga di Indonesia adalah Refuse, Rot, Reduce, Reuse dan Recycle. Semoga informasi ini bermanfaat dan kita bisa bergerak mulai dari yang terdekat dan dari yang terkecil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unexpected! Rasanya setelah 365 hari membuka usaha sendiri😱

Hai! This is me :)

Meromantisasi Bertambahnya Umur